Nanostructured Lipid Carrier (NLC) berbasis minyak nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) berpotensi sebagai sistem pembawa senyawa bioaktif. Minyak nyamplung merupakan minyak nabati non-edible yang mengandung asam lemak tidak jenuh serta senyawa bioaktif seperti kumarin, xanton, flavonoid, dan polifenol yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antibakteri. Karakteristik NLC dipengaruhi rasio lipid-surfaktan dan kondisi sonikasi. Konsentrasi lesitin yang tidak tepat dapat memengaruhi kestabilan partikel, sedangkan suhu sonikasi dapat mengubah karakteristik sistem. Penelitian ini menganalisis pengaruh rasio minyak nyamplung-lesitin dan suhu sonikasi terhadap karakteristik NLC menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan enam rasio minyak-lesitin dan suhu sonikasi 50, 60, dan 70°C. NLC menunjukkan pH 5,44–6,08, densitas 1,022–1,029 g/cm³, viskositas 9,26–12,31 mPa·s, bilangan asam 48,53–82,119 mg KOH/g, IC₅₀ 4,29–67,93 µg/mL, kadar kumarin 848–1.538 µg/g, ukuran partikel 269,4–2721,7 nm, dan PDI 0,520–0,894. Zona hambat terhadap P. acnes sebesar 10,63–21,43 mm dan S. aureus 9,03–34,18 mm. Rasio minyak nyamplung-lesitin dan suhu sonikasi berpengaruh nyata terhadap pH, densitas, viskositas, bilangan asam, antioksidan, dan kumarin (p<0,05). B1C2 (100 mL minyak, lesitin 1 persen, 60°C) dipilih sebagai perlakuan terbaik dengan bilangan asam 48,53 mg KOH/g, IC₅₀ 14,78 µg/mL, kumarin 1.238 µg/g, ukuran 421,1 nm, PDI 0,520, serta zona hambat P. acnes 14,38 mm dan S. aureus 33,83 mm.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210011
Keyword
Calophyllum inophyllum L lesitin minyak nyamplung Nanostructured Lipid Carrier suhu sonikasi