Luka dan infeksi luka memerlukan pembalut luka yang mampu mempertahankan kelembapan serta memberikan perlindungan terhadap pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi dan mengkarakterisasi hidrogel antibakteri berbabasis gelatin/PVA dengan EDTH sebagai kandidat pembalut luka. EDTH diperoleh melalui ekstraksi menggunakan etanol 70 persen, kemudian diformulasikan pada konsentrasi 0,5 persen (F1), 1 persen (F2), dan 1,5 persen (F3), dengan F0 sebagai kontrol. Karakterisasi meliputi uji fitokimia, pH, ketebalan, ketahanan lipat, keseragaman bobot, organoleptik, swelling ratio, FTIR, serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Hasil skrining fitokimia menunjukkan EDTH positif mengandung polifenol, flavonoid, katekin, dan tanin dengan rendemen 12,6 persen. Hasil fisik meliputi pH, ketebalan, ketahanan lipat, dan keseragaman bobot mendapatkan hasil yang sesuai. Nilai Nilai pH berkisar 5,61–6,04 dan ketebalan 0,30–0,37 mm, dengan ketahanan lipat >300 kali serta bobot 0,8203–0,8825 g. Organoleptik menunjukkan peningkatan konsentrasi EDTH menyebabkan warna hidrogel semakin pekat dan aroma daun teh hijau semakin kuat, dengan tekstur kenyal, permukaan halus serta sifat fisik lentur dan tidak mudah patah. Hasil uji swelling ratio pada F1-F3 setelah 60 menit berturut-turut sebesar 27,20 ± 0,11 persen; 35,54 ± 0,06 persen; dan 44,00 ± 0,11 persen dengan seluruh formulasi yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. FTIR menunjukkan tidak terbentuk gugus fungsi baru, namum terjadi pergeseran pita serapan pada ketiga variasi dengan EDTH. Aktivitas antibakteri meningkat dengan zona hambat F1-F3 sebesar 1,52 ± 0,06; 2,11 ± 0,07; dan 2,77 ± 0,09 mm, dengan hasil uji statistik one-way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p=0,000; p<0,05).
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210006
Keyword
Aktivitas antibakteri EDTH Gelatin/PVA Hidrogel Staphylococcus aureus