LAMPIRAN
Tanah yang tercemar oli bekas berpotensi mengalami akumulasi Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) yang dapat mengganggu kualitas tanah dan aktivitas mikroorganisme dalam proses degradasi hidrokarbon. Salah satu upaya pengelolaan tanah tercemar adalah bioremediasi melalui teknik biostimulasi, yaitu penambahan nutrien untuk mendukung aktivitas mikroorganisme indigenous. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pupuk NPK 16-16-16 terhadap penurunan kadar TPH serta menentukan dosis NPK yang menghasilkan penurunan TPH tertinggi di antara dosis yang diuji. Penelitian dilakukan selama 28 hari pada tanah yang dicemari secara sengaja dengan oli bekas (TPH awal ±5%) menggunakan empat perlakuan dosis NPK per 500 gram tanah, yaitu 0 gram (P0), 5 gram (P1), 10 gram (P2), dan 15 gram (P3), dengan masing-masing tiga kali pengulangan. Kadar TPH diukur pada awal dan akhir penelitian menggunakan metode gravimetri, sedangkan pH, suhu, kadar air, dan populasi bakteri heterotrof yang dapat dikultur pada Nutrient Agar digunakan sebagai parameter pendukung. Efisiensi penurunan TPH berturut-turut sebesar 10,3% pada P0, 40,0% pada P1, 72,3% pada P2, dan 70,1% pada P3. Hasil analisis One-Way ANOVA menunjukkan bahwa variasi dosis NPK berpengaruh signifikan terhadap penurunan TPH (p < 0,05), sedangkan P2 dan P3 tidak berbeda signifikan berdasarkan uji lanjut Tukey HSD. Populasi bakteri heterotrof meningkat pada seluruh perlakuan dan hanya digunakan sebagai indikator pendukung. Penelitian ini tidak menyertakan kontrol abiotik sehingga penurunan TPH mencakup proses biologis dan abiotik. Dosis 10 gram NPK (P2) ditetapkan sebagai dosis terbaik di antara dosis yang diuji karena menghasilkan penurunan TPH tertinggi secara numerik dengan penggunaan pupuk yang lebih rendah dibandingkan P3.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610210001
Keyword
LAMPIRAN