ANALISIS SPATIAL AUTOCORRELATION HYPSOMETRIC INTEGRAL UNTUK IDENTIFIKASI PENGARUH KONTROL TEKTONIK DI WILAYAH JAWA BAGIAN BARAT
Jawa bagian barat merupakan wilayah dengan kondisi geomorfologi dan tektonik yang kompleks, sehingga menunjukkan variasi karakteristik bentang alam secara spasial. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan memetakan distribusi Hypsometric Integral (HI), menganalisis pola spatial autocorrelation nilai HI, serta mengevaluasi indikasi pengaruh kontrol tektonik berdasarkan hubungan spasial dengan struktur sesar dan persebaran gempa. Penelitian menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) yang dianalisis pada 1.557 grid berukuran 5x5 km. Nilai HI dihitung untuk setiap grid, kemudian dianalisis menggunakan Global Moran’s I, Local Moran’s I, dan Getis-Ord Gi*. Hasil penelitian menunjukkan nilai HI berada pada rentang 0,03–0,81 dengan rata-rata 0,335 dan nilai relatif tinggi terutama berkembang pada bagian tengah hingga selatan wilayah penelitian. Analisis spatial autocorrelation menghasilkan Global Moran’s I sebesar 0,549 dengan z-score 52,529 dan p-value <0,001 yang menunjukkan autokorelasi spasial positif yang signifikan. Local Moran’s I menunjukkan pengelompokan lokal berupa cluster High-High dan Low-Low, sedangkan Getis-Ord Gi* mengidentifikasi konsentrasi hotspot dan coldspot. Overlay hotspot HI dengan struktur sesar dan persebaran gempa menunjukkan adanya asosiasi spasial pada beberapa zona, terutama bagian tengah hingga selatan Jawa bagian barat. Kesesuaian tersebut menunjukkan indikasi kontribusi kontrol tektonik terhadap pola spasial HI.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610190011
Keyword
Autokorelasi spasial Hipsometrik Integral Kontrol tektonik