Pra-Rancangan Pabrik Biodiesel dari Minyak Jelantah dan Metanol dengan Kapasitas 130.000 Ton/Tahun
Pabrik biodiesel dengan kapasitas 130.000 ton/tahun akan dibangun di
area Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang,
Jawa Barat, di atas lahan seluas 52 hektar. Proses pembuatan
memanfaatkan metode esterifikasi dan transesterifikasi dengan bahan
baku utama minyak jelantah dan metanol. Reaksi esterifikasi dan
transesterifikasi berlangsung di dalam reaktor alir tangki berpengaduk
(RATB) untuk mengonversi asam lemak bebas dan trigliserida dalam
minyak jelantah menjadi biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester/FAME).
Proses esterifikasi menggunakan katalis asam sulfat (H₂SO₄),
sedangkan proses transesterifikasi menggunakan katalis kalium
hidroksida (KOH) dengan metanol. Tahapan proses mencakup
persiapan bahan baku, esterifikasi, pemisahan, transesterifikasi, serta
pemisahan biodiesel dan gliserol. Analisis teknis melibatkan neraca
massa, neraca energi, tata letak pabrik, sistem kontrol proses,
keselamatan kerja (mini HAZOP), serta manajemen limbah. Analisis
kelayakan ekonomi menunjukkan bahwa pabrik ini feasible untuk
dibangun dengan nilai Return on Investment (ROI) setelah pajak
sebesar 77%, Payback Period (PBP) selama 4 tahun, Break Even Point
(BEP) di 45% kapasitas produksi, Net Present Value (NPV) positif
sebesar Rp 2 triliun, serta Internal Rate of Return (IRR) sebesar 19%
yang melebihi Minimum Acceptable Rate of Return (MARR). Analisis
sensitivitas terkait perubahan harga bahan baku, harga produk, dan tarif
pajak menunjukkan bahwa pabrik masih dapat bertahan secara
keuangan dalam kisaran fluktuasi tertentu. Secara umum, pabrik asam
sulfamat dengan kapasitas 130.000 ton/tahun dinyatakan feasible secara
teknis dan ekonomis untuk direalisasikan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610190004
Keyword
Biodiesel Minyak Jelantah Esterifikasi-Transesterifikasi