PEMODELAN DAN PEMROSESAN OTOMATISASI PETA KERENTANAN SOSIAL BENCANA GUNUNG API (Studi Kasus: Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara)
Penyusunan peta kerentanan sosial bencana gunung api memerlukan
pengolahan berbagai parameter kependudukan dan data spasial.
Pengolahan manual membutuhkan tahapan geoprocessing berulang
sehingga diperlukan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi waktu.
Penelitian ini bertujuan menerapkan Model Builder dalam pemrosesan
peta kerentanan sosial di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara,
serta membandingkan waktu dan kesesuaian hasilnya dengan metode
manual. Data yang digunakan meliputi batas administrasi, indeks
bahaya gunung api, data kependudukan, kelompok rentan, penduduk
miskin, dan bangunan. Metode penelitian mencakup prapengolahan
data, rasterisasi, analisis distribusi penduduk, perhitungan parameter
sosial, Fuzzy Membership, dan overlay untuk menghasilkan tiga kelas
kerentanan, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil menunjukkan
bahwa kerentanan rendah mendominasi wilayah kajian, sedangkan
kerentanan sedang dan tinggi terkonsentrasi di lokasi tertentu. Hasil
otomatisasi sesuai dengan metode manual. Waktu pemrosesan manual
sebesar 907,9 detik, sedangkan otomatisasi membutuhkan 262,2 detik,
sehingga menghemat waktu 645,7 detik. Dengan demikian, Model
Builder mampu meningkatkan waktu 3,46 kali lebih cepat pada
pemrosesan peta kerentanan sosial bencana gunung api di Kabupaten
Karo.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610170019
Keyword
Kerentanan sosial Bencana Gunung Api Sistem Informasi Geografis Model Builder Otomatisasi Kabupaten Karo