ANALISIS HUBUNGAN SIFAT FISIK, KOMPOSISI MINERAL, DAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI MINERAL TERHADAP UNIAXIAL COMPRESSIVE STRENGTH (UCS) BATUAN GRANITOID DAERAH LAMPUNG SELATAN
Batuan granitoid di daerah Lampung Selatan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan galian tipe C untuk konstruksi. Meski umumnya berkekuatan tinggi, nilai kuat tekannya dapat bervariasi akibat pengaruh karakteristik internal seperti sifat fisik, komposisi, dan karakteristik morfologi mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sifat fisik, komposisi mineral, serta karakteristik morfologi mineral terhadap nilai Uniaxial Compressive Strength (UCS). Pengujian pada penelitian ini menggunakan standar oleh ISRM untuk sifat fisik dan tata cara uji kuat tekan uniaksial berdasarkan SNI, karakteristik morfologi mineral menggunakan hasil dari delineasi mineral menggunakan software ImageJ, serta analisis data menggunakan uji statistik korelasi peringkat Spearman. Adapun klasifikasi pemanfaatan batuan sebagai bahan konstruksi mengikuti pedoman (SNI 03-0394-1989) pada parameter nilai kuat tekannya saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisik memiliki hubungan yang kuat pada beberapa parameter, namun komposisi mineral dan karakteristik morfologi mineral menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan terhadap nilai UCS, kondisi ini dipengaruhi variasi komposisi dan morfologi mineral yang relatif sempit, jumlah sampel yang terbatas, dan sebaran mineral yang tidak merata. Berdasarkan nilai kuat tekannya, rekomendasi pemanfaatan batuan ini meliputi pondasi bangunan kelas sedang (1 sampel), pondasi kelas ringan (7 sampel), serta batu hias atau batu tempel (1 sampel), namun perlu dilakukan uji parameter lain untuk memastikan bahwa pemanfaatan batuan sesuai dengan standar yang ada.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610170012
Keyword
Granitoid korelasi Spearman kuat tekan uniaksial petrografi sifat fisik