Pemanfaatan limbah kulit dan tandan pisang sebagai biobriket berpotensi mendukung pemanfaatan biomassa menjadi bahan bakar padat yang bernilai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi molaritas H₂SO₄ pada tahap pretreatment terhadap mutu biobriket, serta menganalisis ekonomi produksi pada perlakuan terbaik. Penelitian dibatasi pada limbah pisang Raja Nangka dengan perlakuan kontrol, H₂SO₄ 0,1; 0,2; dan 0,3 M dengan perendaman selama 2 jam. Biomassa kemudian dicuci hingga pH 6,8–7,2, dikarbonisasi pada 200 °C selama 2 jam, yang selanjutnya dibuat biobriket dengan perekat tapioka 15 persen dan diuji kadar air, abu, zat mudah menguap, karbon terikat, nilai kalor, laju pembakaran, densitas, dan uji jatuh. Data dibandingkan dengan SNI 1683:2021 dan dianalisis menggunakan Simple Additive Weighting (SAW), kemudian dilanjutkan analisis HPP, Payback Period (PP), dan Return On Investment (ROI) pada perlakuan terbaik yang dianalisis. Hasil menunjukkan H₂SO₄ 0,3 M sebagai perlakuan terbaik, menghasilkan kadar air 1,75 persen, kadar abu 9,64 persen, zat mudah menguap 15,41 persen, karbon terikat 74,94 persen, nilai kalor 6820,5 kal/g, laju pembakaran 0,19 g/menit, densitas 0,91 g/cm³, dan uji jatuh 98,81 persen dengan analisis ekonomi menghasilkan HPP Rp7.579/kg, PP 1,59 tahun, dan ROI 63,01 persen.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610170010
Keyword
biobriket kulit pisang tandan pisang pretreatment H₂SO₄ analisis ekonomi