PEMETAAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR ROB DI KEL. KANGKUNG, KOTA BANDAR LAMPUNG
Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung
merupakan kawasan pesisir yang secara rutin mengalami banjir rob.
Penanganannya masih menghadapi keterbatasan koordinasi dan
keterlibatan antarpemangku kepentingan sehingga diperlukan
penguatan tata kelola kolaboratif untuk mendukung Urban Climate
Resilience (UCR). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemangku
kepentingan melalui pendekatan Pentahelix, menganalisis posisi aktor
berdasarkan tingkat pengaruh (power) dan kepentingan (interest)
menggunakan Power versus Interest Grid, serta merumuskan bentuk
partisipasi menggunakan Spektrum Partisipasi IAP2. pendekatan mixed
method dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui
wawancara, observasi nonpartisipatif, dan kuesioner skala Likert
terhadap 44 informan. Pengembangan informan Pemerintah,
Masyarakat, Akademisi, dan Swasta dilakukan melalui snowball
sampling hingga mencapai saturasi, sedangkan Media menggunakan
non-probability sampling. Penelitian mengidentifikasi 44 pemangku
kepentingan yang terdiri atas 7 instansi Pemerintah, 22 aktor
Masyarakat, 4 Akademisi, 6 aktor Swasta, dan 5 informan Media. Hasil
Power versus Interest Grid menunjukkan beberapa aktor Pemerintah
dan Ketua RT berada pada kuadran Key Players, sedangkan sebagian
besar masyarakat terdampak dan pelaku usaha berada pada kuadran
Subjects. Ketua RT dan Kelurahan berperan penting sebagai
penghubung komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.
Rekomendasi partisipasi diarahkan pada peningkatan kualitas informasi
Pemerintah dan Media, penguatan jalur komunikasi masyarakat melalui
RT dan Kelurahan, dukungan pengetahuan Akademisi, serta pelibatan
Swasta sesuai kapasitas dan kebutuhan lapangan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610150017
Keyword
Tidal Flood Collaborative Governance Pentahelix Power versus Interest Grid Urban Climate Resilience