Identifikasi Wilayah Bahaya Land Subsidence di Wilayah Pesisir Bandar Lampung dan Pesawaran Menggunakan Teknologi GNSS
Land subsidence merupakan fenomena penurunan permukaan tanah yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan, khususnya di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan vertikal permukaan tanah dan wilayah yang berpotensi mengalami land subsidence di wilayah pesisir Bandar Lampung dan Pesawaran menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS). Pengamatan dilakukan pada enam titik pengamatan, yaitu KMLG, SKBM, SKRJ, PGCM, TBTM, dan TKBT. Analisis dilakukan berdasarkan perubahan vertikal hasil pengamatan GNSS pada tahun 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik KMLG, SKBM, dan SKRJ mengalami penurunan elevasi masing-masing sebesar 1,366 m, 1,321 m, dan 1,392 m, sedangkan titik PGCM, TBTM, dan TKBT mengalami kenaikan elevasi masing-masing sebesar 0,041 m, 0,058 m, dan 0,239 m. Berdasarkan hasil perubahan vertikal tersebut, titik KMLG, SKBM, dan SKRJ menunjukkan indikasi penurunan permukaan tanah yang lebih besar dibandingkan dengan titik PGCM, TBTM, dan TKBT. Dengan demikian, wilayah yang direpresentasikan oleh titik KMLG, SKBM, dan SKRJ memiliki potensi land subsidence yang lebih tinggi, sedangkan titik PGCM, TBTM, dan TKBT menunjukkan perubahan vertikal yang relatif lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan vertikal permukaan tanah di wilayah penelitian memiliki variasi nilai dan arah pergerakan pada setiap titik pengamatan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610140016
Keyword
land subsidence perubahan vertikal GNSS wilayah pesisir Bandar Lampung Pesawaran