(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Fabrikasi Gel Antibakteri dengan Bahan Aktif Kitosan dan Biogenic Silver Nanoparticle Ektrak Daun Eucalyptus pellita sebagai Kandidat pada Penyembuhan Luka


Infeksi pada luka yang disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureusdan Escherichia coli masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di seluruh dunia. Meningkatnya daya tahan bakteri terhadap antibiotik serta kekhawatiran akan potensi karsinogenik dari antiseptik sintetis mendorong upaya pengembangan alternatif antibakteri yang lebih aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan gel antibakteri berbasis kitosan dan nanopartikel perak (AgNPs) hasil sintesis menggunakan ekstrak daun Eucalyptus pellita, serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia, keamanan, dan aktivitas antibakterinya. Hasil menunjukkan ekstrak mengandung senyawabioaktif berupa fenolik dan flavonoid yang berperan dalam mekanisme reduksi, dengan rendemen 17,404%. Terbentuknya AgNPs dikonfirmasi melalui puncak serapan pada panjang gelombang 415 nm. Formulasi gel F2 yang mengandung AgNPs memiliki nilai pH 4,67–4,70, viskositas 2276,67 ± 522,57 mPa·s, dan densitas 5,89–6,20 g/mL, stabil pada uji siklus suhu serta homogen secara merata. Secara organoleptik, gel F2 berwarna cokelat bening, berbau khas lembut seperti ekstrak tanaman, dan berbentuk semipadat yang halus tanpa gumpalan. Analisis FTIR menunjukkan adanya interaksi kimia antara AgNPsdengan gugus fungsi matriks gel, dibuktikan dengan pergeseran dan perubahan intensitas puncak serapan pada bilangan gelombang 3285 cm⁻¹ (gugus –OH senyawa fenolik), 1647 cm⁻¹ (gugus C=O/C=C), serta 1073–1328 cm⁻¹ (ikatan C–O dan C–N), yang menegaskan keberhasilan penggabungan bahan aktif ke dalam struktur gel. Uji iritasi kulit menunjukkan seluruh responden memperoleh skor 1, yaitu tidak ada kemerahan maupun pembengkakan, sehingga gel dinyatakan aman digunakan pada kulit. Uji aktivitas antibakteri menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 27,67 mm terhadap S. aureus dan 27,50 mm terhadap E. coli, nilai yang secara nyata lebih tinggi dibandingkan gel kontrol F1. Disimpulkan bahwa gel ini stabil, aman, dan efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi luka. Kata kunci: Nanopartikel perak, Eucalyptus pellita, gel antibakteri, penyembuhan luka, green synthesis

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610140009

Keyword
Miftahul Sa'idah