(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS POROSITAS DAN PERMEABILITAS SEKUNDER PADA REKAHAN MENGGUNAKAN METODE DIGITAL OUTCROP MODEL (DOM) DAN DISCRETE FRACTURE NETWORK (DFN) PADA SUNGAI KALIBATU, DESA WAY GALIH, LAMPUNG SELATAN


View/Open

Author

Date Published
01 Oct 2026

Advisor
Rezki Naufan Hendrawan, S.T., M.T,

Subject
Teknik Geologi

Publisher


Pengukuran rekahan secara konvensional pada aliran sungai memiliki risiko keselamatan kerja dan keterbatasan efisiensi, padahal jaringan rekahan sangat mengontrol aliran fluida pada batuan kristalin yang kedap. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model singkapan tiga dimensi (3D), mengidentifikasi karakteristik rekahan, serta menganalisis porositas dan permeabilitas sekunder guna memberikan metode estimasi sifat penampung fluida yang aman, objektif, dan akurat. Lingkup penelitian mencakup integrasi Digital Outcrop Model (DOM) berbasis fotogrametri UAV dan pemodelan Discrete Fracture Network (DFN) 3D, dengan batasan masalah difokuskan pada tiga singkapan yang tampak dengan jelas di Sungai Kalibatu, Lampung Selatan, yaitu MY1 (diorit), MY2 (gneis), dan MY3 (sekis). Rekonstruksi menghasilkan volume singkapan sebesar 32 m³ (MY1), 203 m³ (MY2), dan 140 m³ (MY3). Ekstraksi digital mengidentifikasi 930 bidang rekahan, yang terdiri atas 153 bidang pada MY1, 430 bidang pada MY2, dan 347 bidang pada MY3, dengan orientasi dominan barat laut – tenggara dan timur laut – barat daya yang terbagi menjadi dua set utama serta dikontrol oleh sistem Sesar Lampung – Panjang. Pemodelan DFN 3D menunjukkan nilai porositas sekunder rata – rata (maksimum) sebesar 0,0202% (0,6814%) pada MY1, 0,0619% (1,7301%) pada MY2, dan 0,0599% (1,7010%) pada MY3, dengan porositas yang berbanding lurus terhadap intensitas rekahan volumetrik (P32). Permeabilitas sekunder maksimum (kmax) berturut – turut sebesar 0,01276 mD pada MY1, 0,01161 mD pada MY2, dan 0,01149 mD pada MY3. Komponen permeabilitas vertikal (kzz) bernilai lebih tinggi dibandingkan komponen horizontal (kxx dan kyy) karena didominasi oleh rekahan dengan kemiringan yang hampir vertikal.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610130023

Keyword
DFN DOM karakteristik rekahan permeabilitas sekunder porositas sekunder