ANALISIS POROSITAS DAN PERMEABILITAS SEKUNDER PADA REKAHAN MENGGUNAKAN METODE DIGITAL OUTCROP MODEL (DOM) DAN DISCRETE FRACTURE NETWORK (DFN) PADA SUNGAI KALIBATU, DESA WAY GALIH, LAMPUNG SELATAN
Pengukuran rekahan secara konvensional pada aliran sungai memiliki risiko
keselamatan kerja dan keterbatasan efisiensi, padahal jaringan rekahan sangat
mengontrol aliran fluida pada batuan kristalin yang kedap. Penelitian ini
bertujuan untuk merekonstruksi model singkapan tiga dimensi (3D),
mengidentifikasi karakteristik rekahan, serta menganalisis porositas dan
permeabilitas sekunder guna memberikan metode estimasi sifat penampung
fluida yang aman, objektif, dan akurat. Lingkup penelitian mencakup integrasi
Digital Outcrop Model (DOM) berbasis fotogrametri UAV dan pemodelan
Discrete Fracture Network (DFN) 3D, dengan batasan masalah difokuskan
pada tiga singkapan yang tampak dengan jelas di Sungai Kalibatu, Lampung
Selatan, yaitu MY1 (diorit), MY2 (gneis), dan MY3 (sekis). Rekonstruksi
menghasilkan volume singkapan sebesar 32 m³ (MY1), 203 m³ (MY2), dan
140 m³ (MY3). Ekstraksi digital mengidentifikasi 930 bidang rekahan, yang
terdiri atas 153 bidang pada MY1, 430 bidang pada MY2, dan 347 bidang pada
MY3, dengan orientasi dominan barat laut – tenggara dan timur laut – barat
daya yang terbagi menjadi dua set utama serta dikontrol oleh sistem Sesar
Lampung – Panjang. Pemodelan DFN 3D menunjukkan nilai porositas
sekunder rata – rata (maksimum) sebesar 0,0202% (0,6814%) pada MY1,
0,0619% (1,7301%) pada MY2, dan 0,0599% (1,7010%) pada MY3, dengan
porositas yang berbanding lurus terhadap intensitas rekahan volumetrik (P32).
Permeabilitas sekunder maksimum (kmax) berturut – turut sebesar 0,01276
mD pada MY1, 0,01161 mD pada MY2, dan 0,01149 mD pada MY3.
Komponen permeabilitas vertikal (kzz) bernilai lebih tinggi dibandingkan
komponen horizontal (kxx dan kyy) karena didominasi oleh rekahan dengan
kemiringan yang hampir vertikal.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610130023
Keyword
DFN DOM karakteristik rekahan permeabilitas sekunder porositas sekunder