Identifikasi dan Karakterisasi Paleotsunami Menggunakan Studi Sedimentologi, Geokimia, dan Foraminifera di Embung Bedah, Lombok Timur
Pulau Lombok diapit oleh dua sistem tektonik aktif, yaitu zona subduksi di bagian selatan dan Sesar Flores di bagian utara, yang berpotensi menghasilkan gempa bumi. Aktivitas tektonik tersebut meningkatkan potensi terjadinya tsunami yang dapat mengancam wilayah pesisir. Kajian paleotsunami dilakukan untuk merekonstruksi kejadian tsunami masa lalu melalui identifikasi endapan sedimen berenergi tinggi. Embung Bedah, Lombok Timur, berpotensi merekam kejadian tsunami masa lalu karena berada pada lingkungan laguna, namun belum terdapat penelitian yang secara khusus mengkaji endapan paleotsunami di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sedimen berdasarkan analisis granulometri, geokimia, dan foraminifera, pada kandidat endapan paleotsunami pada sedimen Embung Bedah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Fasies D memiliki ukuran butir fine sand - medium sand dengan distribusi bimodal yang mengindikasikan pencampuran material dari lebih dari satu sumber sedimen. Analisis geokimia Fasies D menunjukkan peningkatan konsentrasi unsur Ca, Sr, dan K serta penurunan unsur Fe, Mn, dan Ti, yang mengindikasikan adanya pengaruh material laut. Analisis foraminifera menunjukkan dominasi foraminifera bentonik yang berasal dari lingkungan dalam, seperti Ammonia sp., Elphidium sp., Quinqueloculina sp., Calcarina sp., Lenticulina sp., serta ditemukannya cangkang foraminifera yang pecah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610120001
Keyword
Paleotsunami/Paleotsunami Embung Bedah/Embung Bedah Tsunami/Tsunami Nusa Tenggara Barat/ West Nusa Tenggara