Strategi Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi Pada Kawasan Pesisir (Studi Kasus: Kecamatan Teluk Betung Timur)
Kawasan pesisir Kecamatan Teluk Betung Timur memiliki kerentanan fisik tinggi terhadap bencana gelombang ekstrem dan abrasi akibat dominasi aktivitas permukiman di dataran rendah pesisir. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penataan ruang berbasis mitigasi bencana gelombang ekstrem dan abrasi di Kecamatan Teluk Betung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kombinasi (mixed-methods) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Penilaian tingkat bahaya mengacu pada Perka BNPB Nomor 2 Tahun 2012 dengan menguji parameter tinggi gelombang, kecepatan arus, tipologi pantai, tutupan vegetasi, dan bentuk garis pantai. Selanjutnya, kesesuaian pemanfaatan ruang dievaluasi terhadap RTRW Kota Bandar Lampung Tahun 2021–2041 dan disintesis menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan tingkat bahaya gelombang ekstrem dan abrasi di wilayah amatan tergolong dalam kategori sedang. Untuk meminimalkan dampak bencana, dirumuskan strategi penataan ruang terpadu yang mencakup penetapan sempadan pantai sebagai zona bufer, penguatan vegetasi pelindung alami, penyediaan jalur dan ruang evakuasi, serta penyesuaian regulasi zonasi kawasan budidaya pesisir.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610070015
Keyword
penataan ruang mitigasi bencana gelombang ekstrem abrasi Teluk Betung Timur SIG