DETEKSI KERUSAKAN BANGUNAN PASCABENCANA MENGGUNAKAN YOLOV8N PADA DATASET XBD
Kerusakan bangunan akibat bencana alam perlu dinilai dengan cepat agar
penanganan darurat dapat dilakukan secara tepat. Metode survei lapangan
secara manual membutuhkan waktu dan tenaga yang besar, sehingga diperlukan
pendekatan otomatis berbasis citra satelit untuk mempercepat proses penilaian
tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan membandingkan model
YOLOv8n untuk mendeteksi tiga tingkat kerusakan bangunan, yaitu minor
damage, major damage, dan destroyed, pada citra satelit post-disaster dari
dataset xBD. Tiga varian backbone dibandingkan sebagai fokus utama penelitian,
yaitu C2f (default), MobileNetV3-Small, dan EfficientNet-B0, guna mengetahui
backbone mana yang memberikan trade-off paling baik antara akurasi dan
efisiensi komputasi. Selain itu, dilakukan pula beberapa eksperimen tambahan
untuk memperkaya analisis, meliputi perbandingan model dengan dan tanpa pretrained weights, perbandingan skala model melalui YOLOv8m, serta pengujian
dua backbone berbasis transformer, yaitu MobileViT dan TinyViT. Seluruh
model dilatih menggunakan pendekatan transfer learning dan dievaluasi pada
subset test yang terpisah dari data pelatihan, dengan metrik precision, recall,
mAP50, mAP50-95, IoU, dan F1-macro average. Hasil pengujian menunjukkan
bahwa C2f (default) menjadi pilihan paling seimbang antara akurasi dan
kecepatan inferensi di antara ketiga backbone utama, sementara backbone
yang lebih besar seperti EfficientNet-B0, YOLOv8m, MobileViT, dan TinyViT
mencatatkan akurasi sedikit lebih tinggi namun dengan kecepatan inferensi yang
jauh lebih lambat. Analisis lebih lanjut melalui confusion matrix menunjukkan
bahwa tantangan utama pada seluruh model bukan terletak pada kesalahan
membedakan tingkat kerusakan, melainkan pada banyaknya objek bangunan
berukuran kecil yang sama sekali tidak terdeteksi, sebuah pola yang konsisten
muncul pada seluruh backbone yang diuji. Temuan ini mengindikasikan bahwa
peningkatan performa deteksi kerusakan bangunan pascabencana pada dataset
xBD kemungkinan lebih bergantung pada perbaikan kemampuan lokalisasi objek
kecil, bukan sekadar mengganti atau memperbesar backbone yang digunakan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2610070007
Keyword
yolov8n xBD backbone object detection deteksi kerusakan bangunan