Identifikasi Potensi Batuan Pembentuk Air Asam Tambang Melalui Uji Statik dan Uji Kinetik Sebagai Dasar Penentuan Metode Mitigasi Pada Pit X PT Jorong Barutama Greston
Air Asam Tambang (AAT) merupakan salah satu permasalahan lingkungan pada kegiatan pertambangan yang dapat menurunkan kualitas air dan meningkatkan kandungan logam terlarut. Pada Pit X PT Jorong Barutama Greston telah ditemukan indikasi AAT pada sump, namun sumber batuan pembentuk asam belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi batuan pembentuk AAT serta menentukan metode mitigasi yang sesuai berdasarkan karakteristik geokimia batuan. Penelitian dilakukan terhadap 10 sampel batuan menggunakan uji statik dan uji kinetik Free Draining Column Leach Test (FDCLT) yang mengacu pada pedoman AMIRA. Uji statik meliputi Total Sulfur (TS), Maximum Potential Acidity (MPA), Acid Neutralizing Capacity (ANC), Net Acid Producing Potential (NAPP), dan Net Acid Generation (NAG), sedangkan uji kinetik meliputi pH, Oxidation Reduction Potential (ORP), ion, Total Suspended Solid (TSS), Fe, dan Mn selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statik mengklasifikasikan tujuh sampel sebagai PAF, sedangkan hasil uji kinetik menunjukkan hanya sampel 7 dan 10 yang konsisten menunjukkan karakteristik pembentukan AAT. Klasifikasi akhir menunjukkan delapan sampel NAF dan dua sampel PAF. Berdasarkan hasil tersebut, metode mitigasi yang direkomendasikan adalah enkapsulasi dengan memanfaatkan material NAF untuk mengisolasi batuan PAF.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609300014
Keyword
Air Asam Tambang Uji Statik Uji Kinetik FDCLT Enkapsulasi