Karakteristik Fisikokimia Kopi Luwak dan Non-Luwak Robusta (Coffea canephora L) Liwa Berdasarkan Perbedaan Suhu Penyangraian
Kopi merupakan salah satu minuman yang paling sering dikonsumsi oleh
masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan remaja hingga orang tua.
Liwa, Lampung Barat, merupakan salah satu daerah penghasil kopi
robusta. Terdapat pula jenis kopi luwak, yaitu kopi dihasilkan melalui
proses fermentasi alami di dalam saluran pencernaan musang luwak.
Penyangraian (roasting) merupakan tahapan penting dalam pengolahan
kopi karena suhu penyangraian berperan besar dalam membentuk sifat
fisikokimia kopi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu
penyangraian, jenis kopi, serta interaksinya terhadap karakteristik
fisikokimia kopi Robusta luwak dan non-luwak asal Liwa. Penelitian
dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial
dengan faktor suhu penyangraian (190°C, 200°C, dan 210°C) dan jenis
kopi (luwak dan non-luwak). Parameter yang diamati meliputi
rendemen, pH, warna, kadar abu, dan total fenol. Analisis data dilakukan
menggunakan aplikasi IBM SPSS dengan metode Two-way Analysis of
Variance (ANOVA), dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test
(DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil ANOVA menunjukkan suhu
penyangraian berpengaruh nyata terhadap rendemen, pH, warna, kadar
abu, dan total fenol. Jenis kopi berpengaruh nyata terhadap pH, total
fenol, dan nilai b* warna, dengan total fenol kopi luwak lebih tinggi
dibandingkan non-luwak. Interaksi suhu penyangraian dan jenis kopi
berpengaruh nyata terhadap total fenol serta nilai a* dan b* warna kopi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609290009
Keyword
Kopi Robusta Kopi Luwak Suhu Penyangraian Sifat Fisik Sifat Kimia