PENGARUH VARIASI PERSENTASE FLY ASH TERHADAP LAJU BAKAR DAN KEKUATAN BENDING KOMPOSIT BERBASIS WOVEN FIBERGLASS BERMATRIKS POLYESTER
Fly ash merupakan limbah hasil pembakaran batu bara yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pengisi (filler) pada material komposit guna mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi persentase fly ash terhadap ketahanan bakar dan kekuatan bending komposit berbasis woven fiberglass bermatriks polyester, serta menentukan komposisi yang paling optimal. Material yang digunakan adalah woven fiberglass 200 gsm, resin polyester C-108B, dan fly ash (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%). Proses pembuatan dilakukan dengan metode vacuum bagging pada tekanan vakum −0,85 bar dan curing pada suhu ruang selama 24 jam. Karakterisasi kimia fly ash menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF) menunjukkan kandungan dominan SiO₂ (56,268%), Al₂O₃ (18,416%), dan Fe₂O₃ (11,211%), sehingga diklasifikasikan sebagai fly ash Kelas F. Pengujian ketahanan bakar mengacu pada standar ASTM D-635, sedangkan pengujian kekuatan bending mengacu pada standar ASTM D-790 dengan metode three-point bending. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan fly ash menurunkan laju bakar hingga nilai terendah 14,69 mm/menit (variasi 20%) disertai waktu penyalaan tertinggi 4,60 sekon. Kekuatan bending tertinggi diperoleh pada variasi 10% sebesar 504,31 MPa, meningkat 64,46% dibandingkan komposit tanpa fly ash. Penentuan komposisi optimal dilakukan dengan metode min-max scaling berbobot (0,5 : 0,5) terhadap kekuatan bending dan laju bakar. Variasi fly ash 10% memperoleh skor tertinggi sebesar 0,746, diikuti variasi 15% (0,725) dan 20% (0,641), sehingga ditetapkan sebagai komposisi optimal. Variasi 20% lebih unggul apabila prioritas aplikasi ditujukan pada ketahanan terhadap api
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609280058
Keyword
fly ash, komposit woven fiberglass, polyester, laj