INTERPRETASI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA BERDASARKAN ANALISIS FASIES, TOTAL SULFUR, DAN KADAR ABU PADA LAPANGAN X FORMASI MUARA ENIM, KABUPATEN LAHAT
Berdasarkan data Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM) tahun 2024, Sumatra Selatan merupakan salah satu wilayah
yang memiliki sumber daya batubara penting di Indonesia. Kabupaten Lahat
merupakan salah satu wilayah di Sumatra Selatan yang memiliki keterdapatan
batubara, yang berasal dari Formasi Muara Enim. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi fasies dan asosiasi fasies, menganalisis kualitas
batubara, menentukan lingkungan pengendapan berdasarkan Horne et al., serta
mengorelasikan antarasumur DH-01, DH-02, DH-03 dan DH-04. Penelitian ini
dilakukan dengan pengambilan data menggunakan metode touch coring, yang
diintegrasikan dengan analisis geokimia batubara meliputi nilai total sulfur dan
kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asosiasi fasies yang
berkembang terdiri atas interdistributary bay yang dicirikan oleh batulempung
laminasi dan batulanau laminasi, swamp yang dicirikan oleh lapisan batubara
Seam D dan Seam D1, serta crevasse splay yang dicirikan oleh batupasir.
Analisis nilai total sulfur dan kadar abu menunjukkan Seam D memiliki nilai
total sulfur rendah berkisar 0,47-0,58
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609280042
Keyword