EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS PENYERBUKAN TERHADAP VIABILITAS BIJI MARIGOLD (Tagetes erecta L.)
Penyerbukan merupakan proses penting dalam reproduksi tanaman
berbunga yang mempengaruhi pembentukan dan viabilitas biji.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode
penyerbukan terhadap viabilitas biji marigold (Tagetes erecta L.) serta
mengidentifikasi serangga penyerbuknya. Penelitian ini dilakukan pada
bulan Juni-Agustus 2025 di Dusun Bangun Sari, Kabupaten Lampung
Tengah, dengan pengamatan lanjutan di Laboratorium Zoologi Institut
Teknologi Sumatera. Penelitian menggunakan tiga perlakuan
penyerbukan, yaitu penyerbukan angin, penyerbukan terbuka dan
penyerbukan silang (hand assisted pollination). Parameter yang diamati
meliputi viabilitas biji, faktor lingkungan dan serangga penyerbuk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyerbukan berpengaruh
terhadap jumlah biji yang dihasilkan. Penyerbukan terbuka
menghasilkan jumlah biji tertinggi sebesar 226,00±24,69a butir dan
berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sementara itu,
penyerbukan angin sebesar 168,33±7,25b butir dan penyerbukan silang
sebesar 166,33±9,41b butir yang menunjukkan hasil yang lebih rendah
dan tidak berbeda nyata satu sama lain. Namun, viabilitas biji yang
dihasilkan tergolong sangat rendah, yaitu sebesar 4% pada penyerbukan
terbuka, serta 0% pada penyerbukan angin dan penyerbukan silang.
Serangga penyerbuk yang ditemukan selama penelitian diidentifikasi
sebagai lebah spesies Nomia sp. dari famili Halictidae. Berdasarkan
hasil tersebut, penyerbukan terbuka (open-pollination) menghasilkan
jumlah biji tertinggi, namun dengan viabilitas biji masih rendah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609280020
Keyword
penyerbukan silang Agen biotik serangga penyerbuk Tagetes erecta L. Viabilitas biji