Analisis Sinyal Elektrokardiografi (EKG) untuk Evaluasi Stres Pasca Pemberian Essential Oils: Patchouli, Ylang-Ylang dan Cajuput
Stres yang tidak dikelola dengan baik pada mahasiswa dapat memicu
aktivasi berlebihan sistem saraf simpatis dan meningkatkan risiko
gangguan kardiovaskular jangka panjang. Penelitian ini bertujuan
melakukan akuisisi dan pengolahan sinyal elektrokardiografi EKG,
menganalisis perbedaan parameter Heart Rate Variability atau HRV
berupa SDNN, RMSSD, dan pNN50 sebelum dan sesudah pemberian
essential oil, serta membandingkan nilainya antara kelompok yang
menggunakan dan tidak menggunakan essential oil. Penelitian ini
diharapkan menjadi alternatif intervensi non-farmakologis untuk
pengelolaan stres pada mahasiswa. Penelitian melibatkan 50 mahasiswa
Institut Teknologi Sumatera dengan tingkat stres ringan-sedang
berdasarkan skor DASS-21, dibagi ke lima kelompok yaitu Patchouli,
Ylang-Ylang, Cajuput, FCO, dan Kontrol, dengan pengamatan dibatasi
pada efek relaksasi dalam satu sesi intervensi. Sinyal EKG diakuisisi
menggunakan sensor AD8232 dan mikrokontroler ESP32 pada
frekuensi 250 Hz, diproses melalui filtering, deteksi R-peak, dan
ekstraksi HRV, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil
menunjukkan HRV menurun signifikan pasca-stres pada SDNN,
RMSSD, dan pNN50 dengan p di bawah 0,010. Pada fase pemulihan,
Ylang-Ylang mencatat perubahan paling signifikan dengan r antara
0,69 sampai 0,89, diikuti Cajuput dan Patchouli dengan besar efek yang
juga tergolong besar, sementara FCO dan Kontrol tidak menunjukkan
pemulihan berarti dengan r hanya berkisar 0,02 sampai 0,18, sehingga
H0 ditolak dan H1 diterima.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609270013
Keyword
Aromaterapi Elektrokardiografi Essential oil Heart Rate Variability Stres