FABRIKASI TRANSDERMAL PATCH BERBASIS PEKTIN KULIT JERUK BALI/HPMC/EC UNTUK PENGHANTARAN EKSTRAK ANDALIMAN DAN EVALUASINYA SEBAGAI ANTIKANKER KOLON SECARA IN SILICO
Kanker kolon memiliki angka mortalitas tinggi dengan keterbatasan terapi konvensional berupa efek samping dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan transdermal patch berbasis pektin kulit jeruk bali/HPMC/EC serta mengevaluasi potensi bioaktif andaliman sebagai kandidat antikanker kolon secara in silico. Penelitian meliputi ekstraksi pektin dan andaliman, formulasi patch, karakterisasi, serta analisis bioinformatika melalui overlapping genes, GO, KEGG pathway, PPI network, hub gene, dan molecular docking. Ekstraksi pektin dikonfirmasi melaui FTIR sesuai pektin komersil, sedangkan rendemen ekstrak andaliman mencapai 18,5%. Tiga formulasi patch (pektin 0%, 2%, 3%) menunjukkan karakteristik fisikokimia memadai, dengan formulasi pektin 3% memiliki penerimaan organoleptik terbaik. Uji pelepasan menunjukkan pelepasan kumulatif pada menit ke-120 sebesar 64,7% (F1), 56,4% (F2), dan 54,8% (F3), dengan perbedaan signifikan antarformulasi. Hasil studi literatur menunjukkan senyawa dominan pada ekstrak metanol andaliman meliputi geraniol, Limonene-1,2-diol dan geranyl acetate berdasarkan kelimpahannya. Hasil penelusuran bioinformatika menunjukkan prediksi protein target dari senyawa tersebut pada kanker kolon meliputi PIK3CA, GSK3B, EGFR, BCL2 dan ESR1. Hasil molecular docking menunjukkan binding energy geraniol−EGFR (−5,07 kcal/mol), Limonene-1,2-diol−ESR1 (−5,74 kcal/mol), dan geranyl acetate−PIK3CA (−5,68 kcal/mol). Nilai tersebut menunjukkan interaksi komputasional yang sedang dan berpotensi sebagai kandidat antikanker kolon. Namun, diperlukan validasi biologis dan uji permeasi kulit untuk mengonfirmasi efektivitasnya.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609250022
Keyword
Ekstrak andaliman In silico Kanker kolon Pektin kulit jeruk Transdermal patch