Analisis Pengaruh Konsentrasi KOH Sebagai Aktivator Serat Daun Nanas Dalam Campuran Zeolit-A Untuk Remediasi Oli Bekas
Oli merupakan salah satu produk turunan minyak bumi yang digunakan sebagai pelumas pada berbagai peralatan mekanis di industri minyak dan gas bumi. Selama penggunaannya, oli mengalami penurunan kualitas akibat oksidasi, kontaminasi, dan akumulasi partikel hasil keausan komponen, yang dapat ditunjukkan melalui perubahan sifat fisiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi KOH pada aktivasi serat daun nanas terhadap efektivitas remediasi sifat fisik oli bekas menggunakan campuran Zeolit-A dan serat daun nanas, serta menentukan konsentrasi KOH yang menghasilkan kondisi optimum. Serat daun nanas diaktivasi menggunakan larutan KOH dengan variasi konsentrasi 2 M, 4 M, 6 M, dan 8 M, kemudian dicampurkan dengan Zeolit-A dengan perbandingan massa 1:0,5. Campuran adsorben tersebut digunakan untuk mengadsorpsi oli bekas, kemudian dilakukan pengujian sifat fisik berupa densitas, viskositas kinematik, dan titik nyala sebelum dan sesudah proses adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran Zeolit-A dan serat daun nanas teraktivasi KOH mampu memperbaiki sifat fisik oli bekas. Peningkatan konsentrasi KOH dari 2 M hingga 4 M menunjukkan peningkatan efektivitas remediasi, sedangkan pada konsentrasi 6 M dan 8 M efektivitasnya mengalami penurunan. Konsentrasi KOH 4 M menghasilkan kondisi optimum berdasarkan perubahan sifat fisik oli bekas terhadap oli baru. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi KOH pada proses aktivasi serat daun nanas memengaruhi kemampuan adsorben dalam memperbaiki sifat fisik oli bekas, sehingga diperlukan konsentrasi aktivasi yang sesuai untuk memperoleh efektivitas remediasi yang optimal.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609240032
Keyword
adsorpsi KOH oli bekas serat daun nanas sifat fisik Zeolit-A