(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS KINERJA OPERASIONAL DAN KINERJA PELAYANAN ANGKOT KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN QUALITY FUNCTION DEVELOPMENT (STUDI KASUS :TRAYEK RAJABASA – TANJUNG KARANG DAN TANJUNG KARANG – KEMILING)


View/Open

Author
M., Reza Ramadhanu

Date Published
19 Aug 2026

Advisor
Ir. Muhammad Abi Berkah Nadi, S.T., M.T., IPM.,

Subject
Teknik Sipil

Publisher


Penurunan jumlah armada angkutan kota (angkot) di Kota Bandar Lampung yang mencapai lebih dari 40% selama periode 2013–2023, serta berakhirnya izin trayek resmi pada tahun 2024, menunjukkan adanya ketidakpastian dalam keberlangsungan operasional angkot, meskipun moda transportasi ini masih berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasional dan kinerja pelayanan angkot pada trayek Tanjung Karang–Sukaraja dan Sukaraja–Srengsem serta menentukan prioritas peningkatan pelayanan yang dapat diterapkan oleh operator dan pemangku kebijakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui tiga tahapan analisis, yaitu: (1) analisis kinerja operasional secara deskriptif-komparatif yang meliputi load factor, headway, waktu tunggu, frekuensi, waktu perjalanan, kecepatan, dan konsumsi bahan bakar dengan mengacu pada standar SK Dirjen Perhubungan Darat No. SK.687/AJ.206/DRJD/2002; (2) analisis kinerja pelayanan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) berdasarkan persepsi tingkat kepentingan dan kepuasan penumpang; serta (3) analisis Quality Function Deployment (QFD) melalui House of Quality untuk menentukan prioritas respons teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua trayek masih belum memenuhi sebagian besar standar kinerja operasional. Kondisi tersebut terutama terlihat pada load factor jam sibuk yang hanya mencapai 10% pada trayek Rajabasa - Tanjung Karang dan 15,3% pada trayek Tanjung Karang – Kemiling , yang masih jauh di bawah standar 70–100%, serta headway sebesar 9-11 menit yang sudah memenuhi standar 10–15 menit. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa aspek keselamatan, fasilitas kesehatan, kebersihan, dan umur kendaraan menjadi atribut yang memerlukan prioritas peningkatan pada kedua trayek. Selanjutnya, hasil analisis QFD menunjukkan bahwa kebijakan peremajaan dan pembatasan usia operasional kendaraan menjadi respons teknis dengan Percent Importance tertinggi pada trayek Rajabasa - Tanjung Karang sebesar 25,95%, sedangkan audit kelayakan teknis dan estetika armada menjadi prioritas utama pada trayek Tanjung Karang – Kemiling dengan nilai Percent Importance sebesar 20,89%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi operator dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan pelayanan angkutan kota di Kota Bandar Lampung.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230103

Keyword
angkutan kota kinerja operasional kinerja pelayanan Importance Performance Analysis Quality Function Deployment