(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Perbandingan Hasil dan Efisiensi Pengukuran Pohon Menggunakan Metode Konvensional dan Smartphone LiDAR di Tebet Eco Park


Inventarisasi vegetasi memerlukan pengukuran diameter setinggi dada (DBH) dan tinggi pohon yang konsisten. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil pengukuran DBH dan tinggi, kesesuaian hasil, serta efisiensi waktu antara metode konvensional dan digital berbasis smartphone LiDAR di Tebet Eco Park. Pengambilan data dilakukan pada 16 plot berukuran 20 m x 20 m menggunakan stratified random sampling berdasarkan zona vegetasi. Sebanyak 77 individu pada strata tiang dan pohon diukur secara berpasangan menggunakan phi-band dan walking stick pada metode konvensional serta aplikasi Arboreal Forest pada iPhone 12 Pro Max pada metode digital. Hasil pengukuran digital memiliki rata-rata DBH 42,64 cm dan tinggi 18,03 m, sedangkan metode konvensional masing-masing 43,57 cm dan 18,42 m. Nilai ME, MAE, RMSE, dan error relatif untuk DBH berturut-turut sebesar -0,93 cm, 3,12 cm, 4,19 cm, dan 7,43%, sedangkan untuk tinggi sebesar -0,39 m, 2,94 m, 3,67 m, dan 16,82%. Uji-t berpasangan belum menunjukkan bukti statistik yang cukup untuk menyatakan adanya perbedaan rata-rata DBH (p = 0,052) maupun tinggi (p = 0,358) pada taraf 5%. Metode digital menghemat waktu pengambilan data sekitar 31,85%, serta waktu entri dan pengolahan data masing-masing sekitar 81,73%. Perbedaan pengukuran tersebut menghasilkan estimasi cadangan karbon rata-rata tertimbang sebesar 16,39 t C/ha pada metode konvensional dan 15,21 t C/ha pada metode digital. Hasil ini menunjukkan bahwa smartphone LiDAR berpotensi meningkatkan efisiensi inventarisasi pohon, tetapi variasi error individual, kondisi morfologi batang dan tajuk, serta keterbatasan metode referensi tinggi tetap perlu dipertimbangkan.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230086

Keyword
DBH dendrometri inventarisasi pohon smartphone LiDAR tinggi pohon