Identifikasi Distribusi Zona Land Subsidence Menggunakan Ground Penetrating Radar Dikorelasikan dengan Uji Sondir : Studi Kasus Museum Bahari dan Menara Syahbandar, Jakarta Utara.
Penurunan muka tanah merupakan permasalahan lingkungan serius di
wilayah pesisir Jakarta Utara, khususnya Kecamatan Penjaringan,
tempat Museum Bahari dan Menara Syahbandar berada. Identifikasi
kondisi bawah permukaan dan persebaran zona penurunan diperlukan
untuk mencegah kerusakan struktur bangunan. Penelitian ini
mengintegrasikan metode Ground Penetrating Radar (GPR) dan Cone
Penetration Test (CPT). Pengukuran GPR menggunakan instrumen
GSSI SIR 4000 dengan frekuensi 400 MHz, terdiri atas 8 lintasan survei
dan 2 titik CPT. Hasil radargram menunjukkan refleksi yang miring ke
bawah (downward sloping reflections) yang mengindikasikan
penurunan muka tanah. Zona penurunan terdeteksi pada kedalaman 0–
3 m dengan jarak yang berbeda-beda, diduga disebabkan oleh
deformasi dan pemadatan tanah yang tidak merata. Lapisan tanah
timbunan teridentifikasi pada kedalaman 0 – 1,5 m. Korelasi data GPR
dan CPT mengonfirmasi keberadaan tanah lempung berpasir (sandy
clay) dengan nilai tahanan ujung konus qc = 10 – 20 kg/cm² pada
kedalaman 0 – 4 m, yang menunjukkan daya dukung tanah sangat
rendah dan konsisten dengan zona penurunan yang teridentifikasi
melalui GPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi GPR dan
CPT dapat memberikan penilaian yang komprehensif dan andal
terhadap kerentanan penurunan muka tanah sebagai dasar perencanaan
mitigasi dan pembangunan berkelanjutan di Jakarta, serta memiliki
relevansi dalam bidang fisika terapan dan geofisika.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230076
Keyword
Penurunan Muka Tanah Ground Penetrating Radar Museum Bahari Uji Sondir Menara Syahbandar