PENURUNAN KADAR ABU DENGAN METODE FLOAT-AND-SINK MENGGUNAKAN K₂CO₃ DAN CaCl₂ PADA BATUBARA ASAL SUMATERA SELATAN
Provinsi Sumatera Selatan memiliki cadangan batubara melimpah, namun pemanfaatannya sering terkendala karena tingginya kadar abu yang memicu kerak pada tungku PLTU dan menurunkan efisiensi termal. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ukuran partikel, densitas media, dan metode pemisahan terhadap penurunan kadar abu batubara menggunakan metode float-and-sink. Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan larutan Kalsium Klorida (CaCl₂) dan Kalium Karbonat (K₂CO₃) pada variasi ukuran kasar (-10+20 mesh), menengah (-20+40 mesh), dan halus (-40+60 mesh) dengan densitas larutan 1,3; 1,4; dan 1,5 g/mL. Metode kontinu (berlanjut) dan diskontinu (terpisah) turut dibandingkan. Hasil karakterisasi XRD dan XRF menunjukkan bahwa pengecilan ukuran efektif meningkatkan derajat liberasi mineral pengotor. Berdasarkan parameter ash reduction dan perolehan massa (yield), kondisi pemisahan paling optimal dicapai menggunakan larutan CaCl₂ dengan metode kontinu pada ukuran -20+40 mesh. Proses ini memberikan nilai ash reduction sebesar 14,78
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230074
Keyword
Batubara peringkat rendah Float-and-sink Kalsium klorida Kadar abu Fraksi ukuran