Wellness Tourism dalam Arsitektur Lanskap, Studi Kasus : Bumi Langit Institute
Pergeseran tren pariwisata menuju wellness tourism membuka peluang destinasi alam di Indonesia. Bumi Langit Institute di Yogyakarta, sebagai kawasan ekologi dan permakultur, memiliki karakter lanskap potensial. Penelitian ini mengevaluasi kesiapan lanskap kawasan melalui tiga indikator: kesesuaian fasilitas terhadap Permenparekraf No. 3 Tahun 2022, kelengkapan komponen 4A pariwisata, serta penerapan 14 pola biophilic design. Metode deskriptif kualitatif berbasis studi kasus mengumpulkan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas fasilitas memenuhi standar keterhubungan ruang dan desain, serta menerapkan pola biophilic design melalui material alam dan integrasi bangunan dengan vegetasi. Namun, ditemukan kesenjangan berupa ketiadaan sarana mitigasi bencana dan menara pandang, serta jalur pejalan kaki yang belum memenuhi universal design. Kesimpulannya, Bumi Langit Institute berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wellness tourism dengan catatan pemenuhan aspek keselamatan dan aksesibilitas.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230043
Keyword