PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP BEBAN PENCEMARAN AIR SUNGAI WAY GARUNTANG, KOTA BANDAR LAMPUNG
Perubahan tata guna lahan di sepanjang Sungai Way Garuntang berpotensi memengaruhi kualitas air akibat meningkatnya aktivitas permukiman, pertanian, dan kawasan terbangun. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tata guna lahan terhadap beban pencemaran Sungai Way Garuntang, Kota Bandar Lampung. Penelitian ini meliputi pengujian parameter kualitas air, yaitu pH, BOD, COD, TSS, amoniak, dan fecal coliform, serta perhitungan beban pencemaran dan status mutu air. Pengaruh tata guna lahan terhadap beban pencemaran dianalisis menggunakan regresi linear sederhana berdasarkan data tata guna lahan tahun 2021–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2021 parameter fecal coliform mencapai 9.300 MPN/100 mL, sedangkan pada tahun 2022 seluruh parameter masih memenuhi baku mutu. Pada tahun 2023, fecal coliform kembali meningkat hingga 4.000 MPN/100 mL. Tahun 2024 menunjukkan nilai tertinggi pada parameter TSS sebesar 66,67 mg/L, amoniak 0,40 mg/L, dan fecal coliform 2.400 MPN/100 mL. Pada tahun 2025, fecal coliform masih melampaui baku mutu sebesar 3.500 MPN/100 mL, sedangkan pada tahun 2026 parameter BOD (8,37 mg/L), amoniak (2,92 mg/L), dan fecal coliform (1.100 MPN/100 mL) melebihi baku mutu. Total beban pencemaran mencapai 22.550,56 kg/hari dengan status mutu air tergolong tercemar ringan (IP = 4,957). Hasil regresi menunjukkan bahwa kawasan permukiman berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter kualitas air (p-value < 0> 0,05). Sementara itu, kawasan sawah, gedung/bangunan, dan tanah kosong/gundul berpengaruh signifikan terhadap parameter tertentu.
Kata kunci: beban pencemaran, indeks pencemaran, kualitas air, Sungai Way Garuntang, tata guna lahan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230028
Keyword
beban pencemaran indeks pencemaran kualitas air Sungai Way Garuntang tata guna lahan