(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

ANALISIS KUAT TEKAN PADA BETON MUTU FC’ 25 MPA MENGGUNAKAN LIMBAH SEDIMENTASI PLTA WAY BESAI SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS DAN PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK LDPE ( LOW DENSITY POLYETHYLENE) IWACI ITERA


Peningkatan jumlah limbah sedimentasi PLTA dan limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) menimbulkan permasalahan lingkungan yang memerlukan upaya pemanfaatan secara berkelanjutan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan substitusi agregat halus pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan limbah sedimentasi PLTA Way Besai dan limbah plastik LDPE terhadap kuat tekan beton mutu rencana 25 MPa, serta mengevaluasi karakteristik kimia material berdasarkan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi substitusi agregat halus limbah sedimentasi yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan penambahan limbah LDPE sebesar 5% pada setiap variasi selain beton kontrol. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari menggunakan Compression Testing Machine (CTM). Analisis kimia material dilakukan menggunakan metode XRF untuk mengetahui kandungan unsur penyusun limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan persentase substitusi limbah sedimentasi dan penambahan LDPE menyebabkan penurunan kuat tekan beton. Nilai kuat tekan beton umur 28 hari pada variasi 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100 persen berturut-turut sebesar 25,46 MPa; 11,60 MPa; 10,19 MPa; 9,34 MPa; dan 6,79 MPa. Variasi 25% menghasilkan kuat tekan tertinggi di antara beton substitusi, sedangkan variasi 100% menghasilkan kuat tekan terendah. Hasil analisis XRF menunjukkan kandungan utama limbah LDPE berupa CaO sebesar 54,61%, TiO₂ sebesar 17,08%, dan Al₂O₃ sebesar 11,96% yang berpotensi mendukung pembentukan produk hidrasi semen. Namun demikian, sifat hidrofobik dan non-reaktif LDPE menyebabkan ikatan antara pasta semen dan agregat menjadi kurang optimal, meningkatkan porositas beton, serta menurunkan kuat tekan. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan limbah sedimentasi dan limbah LDPE sebagai substitusi agregat halus belum mampu menghasilkan beton yang memenuhi kuat tekan rencana sebesar 25 MPa.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230004

Keyword
Beton Limbah Sedimentasi LDPE Subtitusi Agregat Kuat Tekan XRF XRD