POTENSI LIMBAH SEDIMENTASI PLTA WAY BESAI SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF SUBSTITUSI AGREGAT HALUS PADA KUAT TEKAN BETON FC’41 MPa
Pemanfaatan agregat halus alami secara terus-menerus pada industri
konstruksi berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan akibat
meningkatnya aktivitas penambangan pasir. Di sisi lain, PLTA Way
Besai menghasilkan limbah sedimentasi dalam jumlah besar yang
belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pengaruh penggunaan limbah sedimentasi PLTA Way
Besai sebagai substitusi agregat halus terhadap workability, berat
volume, dan kuat tekan beton mutu rencana fc' 41 MPa. Variasi
substitusi yang digunakan yaitu 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%
terhadap agregat halus. Pengujian meliputi karakteristik limbah
sedimentasi, slump flow, berat volume beton, serta kuat tekan beton
pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
limbah sedimentasi memiliki fineness modulus 1,807, kadar lumpur
6,93%, material lolos ayakan No. 200 sebesar 11,30%, dan absorpsi
11,73%. Nilai slump flow seluruh variasi berada pada rentang 592–668
mm sehingga masih memenuhi kriteria beton SCC. Namun,
peningkatan persentase substitusi limbah sedimentasi menyebabkan
penurunan berat volume dan kuat tekan beton. Kuat tekan rata-rata
beton umur 28 hari berturut-turut sebesar 43,67 MPa, 35,74 MPa, 29,24
MPa, 21,79 MPa, dan 15,37 MPa untuk variasi 0%, 25%, 50%, 75%,
dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar
persentase substitusi limbah sedimentasi, semakin rendah kuat tekan
beton yang dihasilkan. Variasi substitusi yang diteliti belum mampu
mencapai kuat tekan rencana fc' 41 MPa, sehingga limbah sedimentasi
PLTA Way Besai belum direkomendasikan sebagai substitusi agregat
halus pada beton mutu tinggi, namun masih berpotensi dimanfaatkan
pada beton dengan kebutuhan kuat tekan yang lebih rendah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609230003
Keyword
Limbah Sedimentasi Agregat Halus Beton Mutu Tinggi Kuat Tekan Slump Flow