ISOLASI SENYAWA TERPENOID EKSTRAK n-HEKSANA PARTISI KULIT BATANG TUMBUHAN Garcinia macrophylla Mart. (Clusiaceae) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus
Infeksi yang diakibatkan dari bakteri Staphylococcus aureus banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi negara berkembang seperti indonesia. Penyakit infeksi yang dahulu dapat diobati dengan antibiotik kini banyak mengalami resistensi, sehingga diperlukan sumber antibiotik baru dari bahan alam. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber antibakteri berasal dari tumbuhan Garcinia macrophylla Mart. Tumbuhan G. macrophylla biasa digunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat sebagai bahan pengobatan penyakit infeksi. Identifikasi senyawa terpenoid dilakukan dengan uji fitokimia dan isolasi senyawa terpenoid menggunakan metode KLT, KKG, dan KLTP serta menentukan karakterisasi menggunakan metode spektroskopi. Aktivitas antibakteri diuji dengan menggunakan metode difusi cakram (Kirby & Bauer) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil analisis uji fitokimia ekstrak n-heksana partisi positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, dan terpenoid, serta zona hambat dalam uji aktivitas antibakteri ekstrak n-heksana partisi terhadap bakteri Staphylococcus aureus ialah 13,9 ± 0,83 (mm±SD) dengan kriteria kuat. Ekstrak n-heksana partisi dilakukan pemurnian sehingga didapatkan isolat A3 sebanyak 13 mg. Uji fitokimia isolat A3 positif mengandung senyawa terpenoid dengan rentang titik leleh 158,4°C-159,3°C. Analisis UV-Vis menunjukkan adanya ikatan rangkap karbon-karbon (C=C) yang ditandai dengan serapan maksimum pada λmaks 206 nm akibat transisi elektron π→π*, dan gugus teroksigenasi yang diduga berupa karbonil (C=O) pada λmaks 226 nm akibat transisi elektron n→π*. Spektrum FTIR isolat A3 menunjukkan indikasi senyawa terpenoid pada pita serapan 2929,87 cm⁻¹ dan 2854,65 cm⁻¹ (C–H alifatik); 1712,79 cm⁻¹ dan 1685,78 cm⁻¹ (C=O); 1635,64 cm⁻¹ dan 1630,98 cm⁻¹ (C=C), yang diduga merupakan senyawa triterpenoid teroksigenasi yaitu 3,23-dioxo-9,16-lanostadien-26-oic acid. Hasil Uji aktivitas antibakteri pada isolat A3 pada Staphylococcus aureus memiliki zona hambat 10,02 ± 0,45 (mm±SD) dengan kriteria kuat.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220090
Keyword
Garcinia macrophylla Clussiaceae Staphylococcus aureus Terpenoid Antibakteri