PENGARUH PENAMBAHAN LOGAM OKSIDA ZINC OXIDE (ZnO), COPPER OXIDE (CuO), DAN VARIASI KONSENTRASINYA TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK PATI SAGU
Permasalahan sampah plastik di Indonesia terus meningkat seiring
bertambahnya penggunaan plastik berbahan dasar minyak bumi.
Alternatif yang dapat dikembangkan adalah bioplastik berbasis pati
sagu yang bersifat biodegradable. Bioplastik berbasis pati sagu masih
memiliki kelemahan berupa sifat mekanik yang rendah, daya serap air
yang tinggi, serta aktivitas antioksidan dan antibakteri yang belum
optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jenis logam
oksida zinc oxide (ZnO) dan copper oxide (CuO) serta variasi
konsentrasinya 1, 3, dan 5 persen (b/b pati) terhadap karakteristik
bioplastik berbasis pati sagu, serta menentukan formulasi terbaik
sebagai kemasan aktif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kontrol,
penambahan logam oksida menghasilkan nilai densitas, kuat tarik, dan
aktivitas antioksidan yang lebih tinggi serta daya serap air yang lebih
rendah. Nilai densitas berkisar 1,344–1,662 g/cm³, daya serap air
49,100–63,200 persen, kuat tarik 4,728–8,055 MPa, dan aktivitas
antioksidan 10,850–37,890 persen. Bioplastik menghasilkan zona hambat
maksimum terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus
masing-masing sebesar 8,933 mm dan 11,150 mm. Analisis FTIR
(Fourier Transform Infrared Spectroscopy) menunjukkan tidak
terbentuk gugus fungsi baru. SEM (Scanning Electron Microscope)
menunjukkan distribusi partikel logam oksida dalam matriks bioplastik.
Formulasi terbaik berdasarkan indeks efektivitas De Garmo diperoleh
pada perlakuan ZnO persen dengan nilai produktivitas 0,709
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220083
Keyword
bioplastik, copper oxide, karakteristik, pati sag