(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Analisis Hubungan Jumlah Bintik Matahari terhadap Variabilitas Curah Hujan di Provinsi Sumatera Barat dengan Metode Wavelet Coherence


Matahari mengalami variabilitas aktivitas periodik sekitar 11 tahun yang direpresentasikan oleh jumlah bintik Matahari (sunspot number), yang memengaruhi sistem iklim Bumi melalui perubahan Total Solar Irradiance (TSI) dan Spectral Solar Irradiance (SSI). Wilayah Sumatera Barat dengan pola hujan ekuatorial menunjukkan bahwa variasi curah hujan banyak dipengaruhi oleh gerak semu tahunan Matahari serta kompleksitas topografi, namun keterkaitan kedua faktor tersebut terhadap pola curah hujan regional masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik variabilitas dan hubungan antara jumlah bintik Matahari dengan curah hujan di Provinsi Sumatera Barat pada periode 1986–2019 menggunakan data bintik Matahari dari SILSO dan data curah hujan dari CHIRPS. Analisis dilakukan dengan Fast Fourier Transform (FFT), Continuous Wavelet Transform (CWT), K-means Clustering, dan Wavelet Coherence (WTC). Hasil FFT dan CWT menunjukkan bintik Matahari didominasi periode 11 tahun, sedangkan curah hujan lebih dominan pada skala sekitar 3,7 tahun. K-means Clustering membagi Sumatera Barat menjadi dua klaster: klaster ekuatorial 1 yang memiliki variabilitas curah hujan relatif lebih tinggi pada wilayah daratan tengah hingga timur dan Klaster Ekuatorial 2 yang dominan di wilayah pesisir barat serta Kepulauan Mentawai. Analisis WTC menunjukkan koherensi antara bintik Matahari dan curah hujan muncul secara berkala pada skala 8–12 tahun, dengan bintik Matahari secara rata-rata mendahului curah hujan 1,39 tahun (klaster Ekuatorial 1) dan 1,13 tahun (klaster Ekuatorial 2), yang mengindikasikan bahwa aktivitas Matahari berperan bukan sebagai pengendali utama, melainkan sebagai faktor modulatif terhadap variabilitas curah hujan di Sumatera Barat.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220070

Keyword
bintik Matahari siklus Matahari curah hujan Sumatera Barat wavelet coherence