PENGARUH BASISITAS PADA METODE REDUKSI KARBOTERMIK TERHADAP PROSES EKSTRAKSI BESI DARI RED MUD
Red mud merupakan limbah padat yang dihasilkan dari proses Bayer
dan mengandung besi dalam jumlah relatif tinggi, sehingga berpotensi
dimanfaatkan sebagai sumber sekunder untuk produksi besi. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh basisitas, temperatur, dan
waktu tahan terhadap ekstraksi besi dari red mud menggunakan metode
reduksi karbotermik yang dilanjutkan dengan wet magnetic separation.
Dua sistem basisitas, yaitu basisitas biner (CaO/SiO2) dan basisitas
kuarterner ((CaO+MgO)/(SiO2+Al2O3)), dianalisis dalam penelitian ini.
Red mud dicampur dengan batubara sebagai reduktor dan CaO sebagai
fluks untuk mengatur basisitas. Proses reduksi dilakukan dalam muffle
furnace pada temperatur 1000–1300 °C selama 30–120 menit. Pelet
hasil reduksi digerus hingga berukuran kurang dari 200 mesh sebelum
dilakukan pemisahan magnetik untuk memisahkan besi logam yang
bersifat magnetik dari pengotor non-magnetik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan waktu tahan selama
proses reduksi meningkatkan recovery besi dan derajat metalisasi besi.
Basisitas biner menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan
basisitas kuarterner. Kondisi optimum diperoleh pada basisitas biner
0,6, temperatur reduksi 1300 °C, dan waktu tahan 60 menit, dengan
recovery besi sebesar 95,41
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220068
Keyword
red mud besi basisitas reduksi karbotermik wet magnetic separation