(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

PENGARUH BASISITAS PADA METODE REDUKSI KARBOTERMIK TERHADAP PROSES EKSTRAKSI BESI DARI RED MUD


Red mud merupakan limbah padat yang dihasilkan dari proses Bayer dan mengandung besi dalam jumlah relatif tinggi, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber sekunder untuk produksi besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh basisitas, temperatur, dan waktu tahan terhadap ekstraksi besi dari red mud menggunakan metode reduksi karbotermik yang dilanjutkan dengan wet magnetic separation. Dua sistem basisitas, yaitu basisitas biner (CaO/SiO2) dan basisitas kuarterner ((CaO+MgO)/(SiO2+Al2O3)), dianalisis dalam penelitian ini. Red mud dicampur dengan batubara sebagai reduktor dan CaO sebagai fluks untuk mengatur basisitas. Proses reduksi dilakukan dalam muffle furnace pada temperatur 1000–1300 °C selama 30–120 menit. Pelet hasil reduksi digerus hingga berukuran kurang dari 200 mesh sebelum dilakukan pemisahan magnetik untuk memisahkan besi logam yang bersifat magnetik dari pengotor non-magnetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur dan waktu tahan selama proses reduksi meningkatkan recovery besi dan derajat metalisasi besi. Basisitas biner menunjukkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan basisitas kuarterner. Kondisi optimum diperoleh pada basisitas biner 0,6, temperatur reduksi 1300 °C, dan waktu tahan 60 menit, dengan recovery besi sebesar 95,41

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220068

Keyword
red mud besi basisitas reduksi karbotermik wet magnetic separation