ANALISIS PENGARUH METODE AKTIVASI PADA ZEOLIT/BENTONIT SEBAGAI MATERIAL PEMISAHAN EMULSI MINYAK-AIR UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MINYAK MENTAH
Emulsi minyak-air merupakan salah satu permasalahan dalam proses produksi minyak bumi yang dapat memengaruhi kualitas minyak mentah dan mempersulit proses pemisahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja campuran zeolit/bentonit dalam proses adsorpsi, menganalisis pengaruh konsentrasi HCl, serta membandingkan metode aktivasi terhadap efektivitas adsorpsi. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium menggunakan emulsi dengan 85 persen crude oil dan 15 persen air dengan salinitas 7000 ppm. Campuran zeolit/bentonit diberikan perlakuan tanpa aktivasi, aktivasi fisik pada suhu 210°C selama 2 jam, dan aktivasi kimia menggunakan HCl dengan variasi konsentrasi 0,25-1,50 M. Konsentrasi HCl 0,25 M menghasilkan efektivitas adsorpsi tertinggi pada aktivasi kimia sehingga dipilih sebagai kondisi optimum. Hasil perbandingan metode menunjukkan bahwa tanpa aktivasi memiliki efektivitas adsorpsi tertinggi yaitu 41,33 persen, sedangkan aktivasi kimia memberikan efektivitas lebih tinggi 35,11 persen dibandingkan aktivasi fisik 30,67 persen. Campuran zeolit/bentonit berpotensi digunakan sebagai material pendukung dalam pemisahan emulsi minyak-air.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220065
Keyword
Adsorpsi Aktivasi Bentonit Emulsi minyak-air Zeolit