Analisis Perbandingan Quality of Experience Video Streaming AVC dan HEVC Pada Jaringan Seluler dengan Variasi Bandwidth dan Latensi
Di era digital, video streaming menjadi layanan yang banyak digunakan dan kualitasnya dipengaruhi oleh bandwidth, latensi, dan codec. Penelitian ini membandingkan QoE (quality of experience) pada video streaming dengan codec AVC dan HEVC beresolusi 480p, 720p, dan 1080p dengan variasi bandwidth 100 kBps, 250 kBps, dan 500 kBps serta latensi 100 ms, 200 ms, dan 300 ms. Parameter yang dianalisis meliputi start-up delay, rebuffering duration, rebuffering frequency, dan mean opinion score dan video diputar menggunakan VLC media player. Start-up delay keduanya relatif sama pada 1.5–2 detik dan HEVC memiliki rebuffering duration lebih rendah, yaitu 0–35.5 detik pada bandwidth 100 kBps, 0 detik pada 250 kBps dan 500 kBps, AVC mencapai 48.3-54.7 detik, 43.7–51.3 detik, dan 0–16.8 detik. Pada latensi 300 ms, HEVC memiliki 13.5 detik lebih tinggi daripada AVC di resolusi 1080p. MOS tertinggi HEVC mencapai 4.9 dan AVC 4.8. Dengan demikian, HEVC memberikan QoE yang lebih baik dibandingkan AVC.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220057
Keyword
Quality of experience AVC HEVC video streaming Mean opinion score