Identifikasi Karakteristik Sedimen Permukaan Dasar Laut Berdasarkan Studi Sedimentologi, Geokimia Dan Foraminifera Pada Daerah Perairan Banten dan Kebumen, Jawa Tengah
Sedimen laut berfungsi merekam jejak proses oseanografi, klimatologi, dan peristiwa geologi purba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sedimen serta memahami pengaruh perbedaan lingkungan pengendapan terhadap distribusi ukuran butir, kelimpahan foraminifera dan geokimia unsur pada dua kawasan dengan pola transportasi material yang berbeda, yaitu Kebumen (Pantai Ayah) dan Selat Sunda (Pantai Tanjung Jaya). Metode yang digunakan meliputi analisis granulometri, analisis foraminifera dan analisis X-ray fluorescence. Hasil analisis granulometri pada 14 sampel (kode GD) di Pantai Ayah menunjukkan dominasi tekstur sedimen yang relatif kasar, yaitu berkisar coarse sand hingga coarse silt (0.329-5.628 ϕ). Analisis geokimia XRF mengidentifikasi dominasi unsur terigen (Fe, Ti, Zr, K dan Rb), yang sejalan dengan rendahnya kelimpahan foraminifera (20 spesies, didominasi oleh Asterorotalia pulchella, Ammonia, Bolivina, Bulimina, dan Melonis). Sebaliknya, sampel (kode SK) di Pantai Tanjung Jaya memiliki tekstur yang lebih halus, yakni medium sand hingga fine silt (1.995-7.279 ϕ). Analisis geokimia mencatat dominasi unsur biogenik (Ca dan Sr) serta kelimpahan foraminifera yang jauh lebih tinggi (41 spesies, didominasi oleh Operculina, Peneroplis, Amphistegina, Quinqueloculina, dan Elphidium). Perbedaan karakteristik tersebut mencerminkan kontrol lingkungan pengendapan dan tingkat energi hidrodinamika yang kontras. Pada Pantai Ayah terindentifikasi sebagai lingkungan berpengaruh energi hidrodinamika tinggi, sedangkan pada Pantai Tanjung Jaya teridentifikasi sebagai lingkungan pengendapan berenergi moderat hingga rendah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220052
Keyword
Kebumen lingkungan pengendapan sedimen laut Selat Sunda