IDENTIFIKASI PALEOTSUNAMI BERDASARKAN ANALISIS SEDIMENTOLOGI, GEOKIMIA, DAN MIKROFAUNA FORAMINIFERA DAERAH TODOWONGI, KECAMATAN JAILOLO, KABUPATEN HALMAHERA BARAT, PROVINSI MALUKU UTARA
Maluku Utara menjadi salah satu wilayah dengan kompleksitas tektonik tinggi di Indonesia yang rentan terhadap bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung api, dan tsunami. Namun, penelitian paleotsunami di Kecamatan Jailolo belum pernah dikaji sebelumnya, sehingga penelitian ini penting dilakukan sebagai dasar mitigasi bencana di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keterdapatan endapan paleotsunami melalui analisis granulometri mencakup (mean, sorting, skewness, dan kurtosis), geokimia berbasis unsur XRF, mikrofauna foraminifera, dan Loss on Ignition (LoI). Sampel yang digunakan dalam studi ini adalah core sepanjang 347 cm yang diambil dengan teknik bor tangan. Berdasarkan analisis granulometri, sampel terbagi menjadi enam fasies. Fasies C pada kedalaman 137,2–151,2 cm merupakan kandidat paleotsunami. Fasies ini dicirikan oleh sortasi poorly–very poorly sorted, peningkatan unsur Ca (rata-rata 4.767,87 ppm) dan Sr (rata-rata 136,11 ppm) sebagai indikator material laut, kehadiran foraminifera planktonik Globigerinatheka index, serta peningkatan material karbonat (11,54%–28,85%). Berdasarkan seluruh analisis keberadaan paleotsunami di wilayah penelitian dapat memperkuat dasar ilmiah dilakukannya mitigasi bencana di masa yang akan datang.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609220008
Keyword
Geokimia XRF granulometri LoI Maluku Utara Paleotsunami