EVALUASI SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI WILAYAH PENAMBANGAN BLOK DUE PT CAKRAWALA PRIMA MANUNGGAL, KABUPATEN MUARA ENIM
Kegiatan penambangan batubara dengan sistem tambang terbuka (open pit mining) di Blok DUE PT Cakrawala Prima Manunggal sangat rentan terhadap genangan air limpasan yang dapat menghambat operasional penambangan dan mengancam kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi debit air limpasan masuk, menilai kinerja sarana penyaliran eksisting (sump, pompa, saluran terbuka, dan KPL), serta merumuskan rekomendasi teknis perbaikannya. Melalui pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan data curah hujan tahun 2016–2025 dengan distribusi Gumbel pada periode ulang 10 tahun diperoleh total debit air limpasan dari catchment area seluas 32,63 ha sebesar 1.459 m³/detik. Evaluasi sarana eksisting menunjukkan kondisi under-capacity, di mana kapasitas sump aktual 18.105,5 m³ belum memenuhi kapasitas kebutuhan 24.032,8 m³, satu unit pompa Multiflo CF-48H dengan waktu operasi 18 jam/hari hanya mampu memompa 5.400 m³/hari, serta KPL eksisting berkapasitas 4.064 m³ mengalami pendangkalan cepat dalam waktu 10,97 jam akibat laju endapan 6.670,31 m³/hari. Sebagai rekomendasi perbaikan, dilakukan redimensi sump menjadi dimensi atas 76 m × 45 m, dasar 62 m × 36,5 m, kedalaman 9 m, penambahan 1 unit pompa baru berkapasitas debit pompa menjadi 1.336 m³/jam; serta redimensi KPL dengan dimensi atas 43 m × 30 m, dasar 39 m × 26 m, kedalaman 4 m yang didukung pengerukan lumpur secara rutin.
Kata Kunci:Sistem Penyaliran Tambang, Debit Limpasan, Sump, Pompa Multiflo CF-48H, Kolam Pengendapan Lumpur (KPL), Redimensi.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210119
Keyword
penyaliran Debit Limpadan Kolam pengendapan Lumpur Sistem Penyaliran Tambang