Analisis Dinamika Orbit dan Potensi Tabrakan Satelit Geostasioner: Studi Kasus Satelit Telkom-4
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika orbit serta potensi tabrakan Satelit Telkom-4 pada orbit geostasioner. Simulasi dilakukan menggunakan Systems Tool Kit (STK) dengan masukan parameter orbit satu epoch menggunakan propagator HPOP, dipropagasi selama satu tahun tanpa manuver pemeliharaan slot orbit untuk mengamati dinamika alami orbit. Analisis parameter orbit dilakukan pada Satelit Telkom-4 dengan menggunakan metode Seasonal and Trend decomposition using Loess (STL) untuk mengidentifikasi komponen tren, musiman, dan residual. Simulasi konjungsi dilakukan menggunakan fitur Advanced Conjunction Analysis Tool (AdvCAT) antara Satelit Telkom-4 sebagai satelit primer dan Satelit SES-7 sebagai satelit sekunder, dengan volume ketidakpastian (elipsoid) berbasis kovarian dari posisi dan kecepa-tan. Ambang batas ditentukan sebesar 75 km mengikuti ketentuan box keeping satelit GEO oleh ITU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter orbit Satelit Telkom-4 mengalami perubahan alami yang ditandai oleh tren jangka panjang dan osilasi periodik pada beberapa parameter orbit. Analisis STL memperlihatkan bahwa variasi perubahan parameter orbit dapat dipisahkan ke dalam komponen tren, musiman, dan residual dengan karakteristik yang berbeda. Simulasi konjungsi menghasilkan empat kejadian konjungsi antara Satelit Telkom-4 dan SES-7. Kejadian konjungsi terdekat terjadi pada 5 Agustus 2025 pukul 13:43:20,914 UTC dengan Jarak Minimum 3,885 km dan probabilitas tabrakan sebesar 1.3615 × 10⁻⁸, yang menunjukkan bahwa risiko tabrakan selama periode simulasi sangat rendah. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai perubahan parameter orbit dan potensi konjungsi satelit geostasioner sebagai informasi pendukung pemantauan keselamatan operasi satelit.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210099
Keyword
Konjungsi Satelit Geostasioner STK STL Probabilitas Tabrakan