Identifikasi Potensi Akuifer Dalam Penentuan Titik Bor Menggunakan Metode Geolistrik 2D Konfigurasi Wenner Schlumberger di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
View/Open
Author
NIMROT EDDI PUTRA, SIHOMBING
Date Published
22 Sep 2026
Advisor
Risky Martin Antosia, S.Si., M.T, Alhada Farduwin, S.T., M.T, Wiyono, S.T.,M.T,
Subject
Teknik Geofisika
Publisher
Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah merupakan salah
satu wilayah yang sering mengalami kekeringan pada musim kemarau
akibat keterbatasan ketersediaan air tanah, khususnya di Desa Juwok dan
Desa Karanganom. Identifikasi potensi akuifer diperlukan untuk
mendukung penentuan lokasi titik bor air tanah yang optimal. Penelitian
ini menggunakan metode Geolistrik 2D dengan konfigurasi Wenner
Schlumberger pada lima lintasan pengukuran dengan panjang masing
masing lintasan 710 m menggunakan 72 elektroda dengan spasi 10 m. Data
diolah menggunakan software Res2DInv untuk menghasilkan penampang
resistivitas dua dimensi dengan rentang nilai resistivitas 1–16 Ωm.
Dilakukan interpretasi berdasarkan distribusi nilai resistivitas, geologi
regional, serta korelasi dengan data well logging. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa zona akuifer pada lintasan SJW1 telah tervalidasi
melalui data well logging pada meter ke-360 dengan nilai resistivitas 10
30 Ωm pada kedalaman 20–50 m, pada lintasan SJW2 yang berpotongan
dengan lintasan pertama, rekomendasi titik bor pada meter ke-170 dan
meter ke-500 pada kedalaman sekitar 40 m. Pada lintasan SJW3
teridentifikasi zona akuifer dangkal yang tipis dan tidak menerus sehingga
tidak direkomendasikan sebagai titik bor. Pada lintasan SJW4 rekomendasi
titik bor pada meter ke-260 dengan target kedalaman 40-70 m. Pada
lintasan SKA rekomendasi titik bor pada meter ke-470 dengan target
kedalaman 40–50 m.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210098
Keyword
Akuifer Titik bor Wenner-Schlumberger