Analisis Perubahan Presipitasi terhadap Ancaman Kekeringan di Pulau Jawa Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI)
Kekeringan meteorologis merupakan bencana hidrometeorologi yang
dipicu oleh defisit presipitasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis
perubahan presipitasi dan karakteristik kekeringan meteorologis di
Pulau Jawa periode 1995–2025 menggunakan Standardized
Precipitation Index (SPI). Data presipitasi bulanan CHIRPS dianalisis
melalui klimatologi, anomali, dan tren presipitasi menggunakan uji
Mann–Kendall dan estimator Theil–Sen, serta analisis karakteristik
kekeringan berdasarkan SPI-3, SPI-6, dan SPI-12. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa distribusi presipitasi di Pulau Jawa bagian barat
relatif lebih basah dibandingkan wilayah timur. Analisis anomali
klimatologi curah hujan perdekade mengindikasikan adanya perubahan
distribusi presipitasi antarperiode pengamatan, sedangkan analisis tren
menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah mengalami
kecenderungan peningkatan presipitasi, meskipun hanya sebagian
wilayah yang signifikan secara statistik. Analisis SPI menunjukkan
bahwa SPI-3 lebih sensitif mendeteksi kekeringan jangka pendek,
sedangkan SPI-6 dan SPI-12 merepresentasikan kekeringan yang lebih
persisten dengan durasi dan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Secara
umum, kejadian kekeringan di Pulau Jawa didominasi oleh kondisi
normal hingga kekeringan sedang, sedangkan kekeringan berat dan
ekstrem hanya terjadi pada Jawa bagian barat hingga tengah. Hasil ini
menunjukkan bahwa penggunaan beberapa skala SPI mampu
menggambarkan dinamika kekeringan meteorologis secara lebih
komprehensif sebagai dasar pemantauan dan mitigasi risiko
kekeringan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210094
Keyword
kekeringan meteorologis presipitasi Pulau Jawa SPI