EVALUASI KARAKTERISTIK HIDROLOGI HULU DAS SEKAMPUNG MENGGUNAKAN MODEL SWAT+ ( SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL PLUS )
Perubahan penggunaan lahan memengaruhi karakteristik hidrologi DAS, seperti yang terjadi di Hulu DAS Sekampung pada 2020–2025. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik hidrologi kawasan tersebut serta pengaruh rekayasa pola agroforestri terhadapnya, menggunakan pemodelan SWAT+ terkalibrasi dan analisis neraca air serta Curve Number (CN). Hasil klasifikasi menunjukkan hutan sekunder menurun 42,05 persen, terkonversi terutama menjadi pertanian lahan kering (+90,92 persen), pertanian lahan kering campuran (+24,09 persen), dan area terbangun (+157,58 persen). Perubahan ini, bersama penurunan curah hujan 6,1%, menurunkan hampir seluruh komponen neraca air seperti surface runoff (-13,2 persen), lateral flow (-13,3 persen), baseflow (-15,7 persen), recharge to deep aquifer (-14,6 persen), dan CN (-1,6 persen). Simulasi agroforestri pada lereng agak curam – curam memperbaiki kondisi hidrologi seperti surface runoff dan CN turun masing-masing 6,2 persen dan 4,7 persen, sementara lateral flow naik 4,4 persen, mengindikasikan realokasi aliran ke bawah permukaan yang menekan risiko erosi. Agroforestri berpotensi menjadi strategi mitigasi dampak alih fungsi lahan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210034
Keyword
Agroforestri Karakteristik Hidrologi Penggunan Lahan SWAT+ Hulu DAS Sekampung