ANALISIS TARIF BUS RAPID TRANSIT BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN PENDEKATAN ATP - WTP (STUDI KASUS : TANJUNG KARANG - PANJANG)
View/Open
Author
Date Published
18 Aug 2026
Advisor
Subject
Teknik Sipil
Publisher
Penetapan tarif Bus Rapid Transit (BRT) merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan sistem transportasi umum yang terjangkau bagi masyarakat sekaligus berkelanjutan dari sisi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tarif BRT rute Tanjung Karang – Panjang berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), serta menganalisis tarif ideal dan daya saing BRT terhadap biaya operasional kendaraan pribadi. Perhitungan BOK BRT mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 251 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif berdasarkan BOK sebesar Rp. 12.230,67/trip, sedangkan nilai ATP sebesar Rp. 6.801,81/trip dan WTP sebesar Rp. 6.069,17/trip. Berdasarkan titik perpotongan kurva ATP dan WTP, diperoleh tarif ideal sebesar Rp. 5.717,46/trip. Tarif ideal tersebut masih berada di bawah BOK sehingga diperlukan dukungan subsidi untuk menutupi selisih biaya operasional dan penerimaan tarif. Analisis elastisitas menunjukkan nilai sebesar 0,34 yang berarti permintaan terhadap layanan BRT bersifat inelastis terhadap perubahan tarif. Selain itu, tarif ideal BRT jauh lebih rendah dibandingkan biaya operasional kendaraan pribadi pada koridor yang sama, sehingga BRT memiliki potensi sebagai moda transportasi yang lebih ekonomis dan kompetitif serta dapat mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210007
Keyword