Identifikasi Zona Lemah Di Daerah Minahasa (Sulawesi Utara) Menggunakan Data Geolistrik 2D Dengan Konfigurasi Dipole – Dipole dan Analisis Lineament
View/Open
Author
Pipi, Andriani Damanik
Date Published
23 Sep 2026
Advisor
Selvi Misnia Irawati, S.Si., M.T., Wahyu Eko Junian, S.T.,M.T., Nur Hidayat, S.T., M.Si,
Subject
Teknik Geofisika
Publisher
Minahasa, Sulawesi Utara, memiliki kondisi geologi yang kompleks akibat aktivitas vulkanik dan tektonik yang berkembang di wilayah tersebut. Kondisi tersebut dapat membentuk rekahan atau struktur sesar yang berkembang sebagai zona lemah bawah permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi litologi bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas batuan serta mengidentifikasi dan menginterpretasikan indikasi zona sesar berdasarkan kontras nilai resistivitas hasil metode geolistrik 2D konfigurasi Dipole-Dipole dengan dukungan analisis lineament. Data yang digunakan berupa data sekunder dari BRIN pada 7 lintasan geolistrik dengan panjang masing-masing 238 m dan jarak antar elektroda 5 m. Data geolistrik diolah menggunakan RES2DINV, sedangkan analisis lineament dilakukan menggunakan data DEMNAS melalui visualisasi hillshade dan digitasi menggunakan QGIS. Hasil interpretasi menunjukkan tiga kelompok nilai resistivitas, yaitu 0–10 Ωm yang diinterpretasikan sebagai lempung tufan jenuh air, 10–60 Ωm sebagai Tuf Tondano, dan >60 Ωm sebagai Breksi Tondano. Indikasi zona lemah ditunjukkan oleh kontras nilai resistivitas, perubahan geometri, dan ketidakmenerusan batas litologi, terutama pada Lintasan 1–4. Zona tersebut dapat berkaitan dengan rekahan atau struktur sesar yang memungkinkan air mengisi ruang rekahan sehingga menghasilkan resistivitas relatif rendah. Analisis lineament digunakan sebagai data pendukung dalam memperkuat interpretasi zona lemah.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609210001
Keyword
Geolistrik Resistivitas Zona Lemah Lineament Minahasa.