ANALISIS TARIF BUS RAPID TRANSIT BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN PENDEKATAN ATP - WTP (STUDI KASUS : RAJABASA - TANJUNG KARANG)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan tarif Bus Rapid Transit (BRT) Koridor Rajabasa – Tanjung Karang Kota Bandar Lampung berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability to Pay (ATP), dan Willingness to Pay (WTP), serta membandingkannya dengan biaya operasional kendaraan pribadi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer melalui kuesioner terhadap 200 responden dan data sekunder untuk perhitungan BOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOK BRT sebesar Rp11.016,81/trip-pnp, sedangkan nilai ATP sebesar Rp5.717,31/trip-pnp dan WTP sebesar Rp5.531,56/trip-pnp. Berdasarkan titik perpotongan kurva ATP dan WTP, diperoleh tarif ideal sebesar Rp5.482,87/trip-pnp pada persentase kumulatif sekitar 60%. Hasil tersebut menunjukkan hubungan BOK > ATP > WTP > tarif ideal, yang berarti tarif ideal belum mampu menutup seluruh biaya operasional BRT sehingga diperlukan dukungan subsidi atau peningkatan efisiensi operasional. Perbandingan dengan kendaraan pribadi menunjukkan bahwa tarif ideal BRT lebih rendah dibandingkan biaya operasional kendaraan pribadi yang dianalisis. Dengan demikian, tarif Rp5.482,87/trip-pnp dapat menjadi rekomendasi tarif awal BRT Koridor Rajabasa–Tanjung Karang karena masih berada dalam kemampuan dan kesediaan membayar masyarakat serta berpotensi menjadi alternatif transportasi yang lebih ekonomis.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609200027
Keyword
Bus Rapid Transit Tarif Biaya Operasional Kendaraan Ability to Pay Willingness to Pay