Tomat kaya vitamin C, likopen, dan antioksidan, namun kadar airnya
yang tinggi (95%) menyebabkan mudah rusak. Pengolahan menjadi
selai lembaran dengan penambahan pektin dan pengeringan dapat
memperpanjang umur simpan. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pengaruh konsentrasi pektin (1%; 1,5%; 2%; 2,5%) dan suhu
pengeringan (60°C dan 70°C) terhadap sifat fisikokimia dan
organoleptik selai lembaran tomat menggunakan RAL faktorial. Data
dianalisis dengan ANOVA, Tukey HSD, dan Kruskal-Wallis. Hasil
menunjukkan suhu pengeringan dan konsentrasi pektin berpengaruh
nyata terhadap kadar air (37,01%–33,34%), TPT (64,75–60,25°Brix),
warna instrumental, serta kesukaan warna (4,46–4,33), tetapi tidak
berpengaruh nyata terhadap vitamin C (1,252–1,168 mg/100 g), pH
(4,73–4,52), maupun tingkat kesukaan aroma (3,34–3,53), rasa (3,41–
3,58), dan tekstur (3,39–3,54). Perlakuan terbaik selai lembaran tomat
diperoleh pada kombinasi suhu pengeringan 70°C dan konsentrasi
pektin 2,5%. Kadar air sebesar 31,73%, nilai TPT sebesar 60,25°Brix,
kadar vitamin C sebesar 1,168 mg/100 g, nilai pH sebesar 4,52, nilai
aroma sebesar 3,53, nilai warna sebesar 4,46, nilai rasa sebesar 3,58 dan
nilai tekstur sebesar 3,54.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609190040
Keyword
fisikokimia organoleptik pektin selai lembaran tomat suhu pengeringan