PENGARUH WAKTU AKTIVASI DAN KONSENTRASI KALIUM HIDROKSIDA (KOH) TERHADAP KARAKTERISTIK ARANG AKTIF BONGGOL SINGKONG
Bonggol singkong merupakan limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, mengandung selulosa sekitar 70-80 persen dan lignin sekitar 10-20 persen sehingga berpotensi sebagai bahan baku arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi KOH, variasi waktu aktivasi, serta interaksi keduanya terhadap karakteristik arang aktif bonggol singkong. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi KOH (0, 5, 10, 15, dan 20 persen) dan waktu aktivasi (1, 2, dan 3 jam). Karbonisasi dilakukan pada suhu 500 °C selama 2 jam, dilanjutkan aktivasi kimia menggunakan larutan KOH. Karakteristik arang aktif yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat, daya serap iodin, daya serap metilen biru, dan luas permukaan spesifik. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi KOH 20 persen dengan waktu aktivasi 1 jam yang menghasilkan kadar air 3,7 persen, kadar abu 6,5 persen, kadar zat mudah menguap 23,96 persen, kadar karbon terikat 69,56 persen, daya serap iodin 879,84 mg/g, daya serap metilen biru 45,69 mg/g, luas permukaan spesifik iodin 1669 m²/g, dan luas permukaan spesifik metilen biru 169,48 m²/g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi aktivator dan waktu aktivasi memengaruhi karakteristik arang aktif yang dihasilkan.
URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609190034
Keyword
Arang aktif, bonggol singkong, aktivasi kimia, kal