(0721) 8030188    [email protected]   

All of ITERA Repository
Titles

Formulasi Sediaan Gel Dari Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) Dan Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus


Pacar kuku (Lawsonia inermis L.) atau daun inai, menjadi salah satu tanaman yang sering digunakan masyarakat dalam pengobatan tradisional dengan cara dihaluskan dan ditempelkan pada luka. Kandungan senyawa flavonoid, tanin, karbohidrat, kuinon pada pacar kuku berpotensi sebagai antibakteri. Akan tetapi, penelitian pacar kuku dalam sediaan topikal sebagai antibakteri masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap sifat fisikokimia dan aktivitas antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus dalam bentuk sediaan gel dari ekstrak daun pacar kuku. Penelitian bersifat eksperimental dengan memformulasikan sediaan gel ekstrak daun pacar kuku konsentrasi F0(0%), F1(5%), F2(10%) dan F3(15%). Uji aktivitas antibakteri dilakukan terhadap Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar menggunakan kontrol positif gel klindamisin dan kontrol negatif basis gel tanpa pengawet. Hasil uji menunjukkan semua formula memenuhi standar sediaan gel, pada pengamatan organoleptik, homogenitas, pH (4,5-5), daya sebar (5-6 cm), dan daya lekat (4-19 detik). Formula dengan konsentrasi ekstrak F3(15%) menunjukkan diameter zona hambat tertinggi sebesar 9,38±1,08 mm, termasuk dalam kategori hambatan sedang. Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi ekstrak daun pacar kuku berpengaruh terhadap sifat gel dan peningkatan aktivitas antibakteri. Ekstrak pacar kuku dapat diformulasikan dalam sediaan topikal sebagai antibakteri untuk pengobatan infeksi seperti jerawat.

URI
https://repo.itera.ac.id/depan/submission/SB2609190029

Keyword
Daun pacar kuku Gel Antibakteri Staphylococcus aureus Daya hambat